Senin, 26 April 2010

Mengenal Angkatan Laut di Kota Tegal


Selain dijuluki Kota Warteg (warung tegal), Tegal juga dijuluki Kota Bahari karena lokasi wisata alam pantainya cukup lumayan bagus di Jawa Tengah.

Saat ini, Kota Tegal memiliki objek wisata, yang dapat memberikan gambaran kepada generasi muda mengenai sejarah berdirinya TNI Angkatan Laut. Objek wisata itu bernama Monumen Bahari, terletak di kawasan obyek wisata Pantai Alam Indah (PAI) Kota Tegal.

Lokasi wisata itu sangat mudah dijangkau, karena terletak di jalur pantura, tepatnya sekitar 500 meter utara Jalan Yos Sudarso Kota Tegal. Monumen Bahari terletak di kiri jalan, sekitar 20 meter setelah pintu masuk kawasan PAI.

Monumen Bahari Kota Tegal diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Tedjo Edhy Purdijatno, Sabtu 20 Desember 2008. Pada bagian tengah, terdapat bangunan induk, yang digunakan sebagai ruang pameran.

Sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) yang sudah tidak terpakai, menghiasi sekeliling bangunan induk. Alat-alat tersebut merupakan sumbangan dari TNI Angkatan Laut, di antaranya kendaraan tempur tank PT 76, kendaraan tempur Pintam BRDM, pesawat udara Nomad N-22, meriam darat, bouyance, lampu navigasi, jangkar dan rantai, ranjau tanduk, serta terpedo MK 44.

Pengunjung dapat masuk dan melihat dari dekat, pesawat maupun senjata yang dipamerkan. Mereka tidak perlu berdesak-desakkan, karena Monumen Bahari dibangun di atas lahan yang cukup luas, sekutat 12.000 meter persegi.

Monumen Bahari di Kota Tegal merupakan monumen ke-35. Dari 34 monumen sebelumnya, 21 monumen dikelola pemerintah daerah, sedangkan 13 dikelola TNI Angkatan Laut. Selain menjadi sarana rekreasi, keberadaan monumen tersebut diharapkan dapat mengembalikan jiwa bahari masyarakat Tegal, karena Angkatan Laut muncul dari Tegal.

Keberadaan Kota Tegal dalam sejarah berdirinya TNI Angkatan Laut, dapat dilihat dari brosur yang dapat diperoleh di sana. Kota Tegal menjadi cikal bakal terbentuknya Korps Mari¬nir TNI Angkatan Laut, pada 15 No¬vem¬ber 1945, dengan nama Corps Ma¬riniers. Selanjutnya, tanggal tersebut dijadikan sebagai hari lahir Korps Marinir.

Selain itu, Kota Tegal juga menjadi kota awal berdirinya Sekolah Angkatan Laut (SAL). Beberapa bangunan bersejarah lainnya yang dapat meyakinkan pengunjung mengenai peranan Tegal dalam sejarah berdirinya TNI Angkatan Laut, yaitu Gedung Pangkalan Angkatan Laut dan Monumen Kalibakung.

Monumen Kalibakung merupakan monumen yang menandai tempat itu pernah dipakai oleh Angkatan Laut RI sebagai tempat penyelenggaraan latihan opsir. Selain itu, terdapat sejumlah lokasi penyelenggaraan SAL, yang saat ini digunakan untuk asrama susteran PIUS dan SMKN 1 Tegal.

Sejumlah bangunan itu memang tidak berada dalam satu kawasan dengan Monumen Bahari. Meskipun demikian, pengunjung dapat menemukannya dengan berkeliling Kota Tegal dan sekitarnya.

Saat ini, pengunjung masih dapat menikmati objek wisata itu dengan biaya murah. Tiket masuk Monumen Bahari masih menjadi satu dengan tiket masuk PAI. Padahal harga tiket masuk objek wisata PAI cukup murah. Untuk orang dewasa hanya Rp1.500/orang, sedangkan untuk anak-anak Rp1.000/orang.

Selain Monumen Bahari, kawasan PAI juga dilengkapi waterboom dan anjungan wisata. Waterboom dibangun di atas lahan seluas 3.600 m2, dengan kapasitas tempat luncuran maksimal 10 orang. [mor]


Sumber :
Liana Garcia
http://www.inilah.com/berita_print.php?id=183713
23 November 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar